Kamis, 12 Maret 2020

Nyambel bawang sego thiwul lalap Mlanding, Teges coah

Nyambel bawang sego thiwul lalap Mlanding, Teges coah


Lare angon Blog - Hoe Cah... Sebagai Cah ndeso tentu cukup familiar dengan istilah Nyambel Bawang Sego Thiwul sebagai PPPK (pertolongan pertama pada kelaparan). Meskipun sederhana cukup menggugah selera dan selalu menyimpan kenangan jaman cilik pas ne ndeso.

Nyambel Bawang Sego Thiwul

Menu Simpel khas Gunungkidul dan sekitarnya terbilang cukup sederhana, tapi rasanya luar biasa. Sambelnya di ulek dadakan dari Cabe, Bawang Putih segar di campur garam dan micin sehingga benar-benar fresh. Cocok buat makan dengan Sego Thiwul (dari Singkong-gaplek) plus lalap Mlanding atau pete cina, mantab lagi tambah Krupuk. Menu ini cocok dinikmati dalam berbagai macam situasi baik sarapan, makan siang maupun malam lho. Tapi yang paling nikmat makan pas hujan ricih-ricih sambil menikmati irama hujan di temani teh tubruk yang kenthel dan pahit. Selain buat makan bareng keluarga dulu juga sering bareng konco-konco makan sambil becanda... Pokok e ngangeni tenan suasanane.

Sambel bawang mendongkrak stamina

Biasanya setelah makan dengan menu ini menjadi Teges boso jowone atau kembali semangat. Karena efek Cabe dan Bawangnya memberi moodboster tersendiri. Bahkan banyak juga yang merasa tertantang walau kepedesan tapi nekad terus makan gak mau berhenti. Alhasil pasti ngoweh-oweh menahan pedas, dalam kondisi ini kalau di ajak ngomong pasti muring-muring hehehe... Ya itulah tadi tentang Sambel Bawang menu sederhana dengan kearifan lokal, tak perlu mewah dan tak perlu mahal. Terus terang momen itu cukup ngangenin jadi inget Suargi Biyung, Ramak (kakek) dan Bapak Simbok. Sampe saat ini saya sendiri masih rutin makan dengan menu ini, apalagi kalau pulang kampung wis mesthi mangan iku. Piye Coah... Ono sek seneng mangan ngene iki ora...?
Salam Cah angon
Sumber FB Desi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Di tenggo Komentaripun... Salam Seduluran